Sabtu, 22 Oktober 2011

NYAMUK (Diptera: Culicidae)

NYAMUK (Diptera: Culicidae) Nyamuk termasuk serangga (Arthropoda: Insecta). Tubuhnya terbagi tiga bagian: kaput, toraks, abdomen. Pada kepala ada bagian mulut yang disebut probosis yang lurus ke depan (pada Tribus Culicini dan Anphelini) atau bagian depannya melemgkung ke arah perut (Tribus Megarhini), sepasang antena, dan sepasang palpus maksilaris. Nyamuk jantan antena tipe plumose, yang betina tipe pilose. Tipe bag. mulut menusuk dan mengisap. Pada toraks melekat 3 pasang kaki, dan sepasang sayap, dan sepasang halter (sayap yang sangat mereduksi, bentuknya seperti halter).
Terdiri dari 3453 spesies

NYAMUK (Diptera: Culicidae) Posisi dalam kelasifikasi selanjutnya
Sub-ordo : Nematocera
Famili : Culicidae --------------------- meliputi 3453 spesies nyamuk
1. Sub-fam. Anophelinae – Tribus Anophelini
Genus : Anopheles
Spesies : An. aconitus, dll.
2. Sub-fam: Culicinae --- Tribus Culicini
Genus : Aedes
Spesies : Ae. aegypti, dll
Genus : Culex
Spesies : Cx. quinquefasciatus, dll
Genus : Mansonia
Spesies : Ma. uniformis, dll
3. Sub-fam. Toxorhynchitinae --- Tribus Megarhini
Genus Toxorhynchites
Spesies: T. splendens


Kehidupan nyamuk

Nyamuk stadium dewasa (imago) menempuh kehidupan di daratan (terestrial atau aerial); stadium pradewasa (telur, larva, pupa) berada dalam air atau tanah yang sangat lembab (stadium akuatik). Semua stadia bernafas dengan trachea.
Nyamuk mengalami metamorfosis sempurna.
Larva nyamuk mengalami perkembangan dari instar I (yang baru menetas dari telur) -> instar II -> instar III -> instar IV. Larva merupakan stadium makan.
Stadium pupa (instar V) merupakan stadium tidak makan, yang nanti muncul (eklosi) stadium dewasa.
Stadium pradewasa berhabitat dalam berbagai kondisi air yang beragam, bergantung kpd spesies dan strainnya: air tawar, atau air payau; air jernih atau air kotor; terbuka kpd sinar matahari, atau di tempat teduh atau tertutup oleh tumbuhan yang lebat (misal di hutan), berasosiasi dengan tumbuhan air tertentu atau tidak sama sekali.
Nyamuk jantan muncul lebih cepat dari pada nyamuk betinanya.
Nyamuk jantan mengawini nyamuk betina segera setelah muncul dari pupa.
Nyamuk betina segera mencarai pakan darah (manusia atau binatang) untuk menyelesaikan siklus gonotropiknya, sedangkan yang jantan mencari tumbuhan sumber nektar untuk kelangsungan hidupnya.

Kehidupan nyamuk

Aktivitas nyamuk betina dalam hal memilih dan menggigit/mengisap darah beragam bergantung kpd spesiesnya, yang diistilahkan menurut:
a) Waktu: malam –> nokturnal
siang  diurnal
à
senja/magrib –> krepuskular
b) Tempat: di dalam rumah –> endofagik
di luar rumah –> eksofagik
c) Sumber darah: manusia –> antropofilik
 zoofilik
àbinatang
 hematofagik
àd) Jenis pakan: darah
 fitofagik
àcairan tumbuhan


Sifat-sifat nyamuk Aedes aegypti dan Ae. albopictus

 mengkonsumsi nektar
àNyamuk jantan fitofagik
Nyamuk betina bersifat hematofagik, antropofilik,, aktivitas diurnal, memilih tampungan air tawar yang jernih. Ae. aegypti lebih banyak di dalam rumah (endofilik, endofagik), termasuk kelompok ‘nyamuk rumah’; nyamuk Ae. albopictus lebih banyak di luar rumah (eksofilik, eksofagik).

Arti penting nyamuk Aedes

Sebagai pengganggu: nyamuk betina sifatnya yang hematofagik, antropofilik, endofilik dan endofagik, dan diurnal, adalah pengganggu aktivitas manusia sewaktu bekerja siang hari, juga mengganggu anak-anak sekolah sewaktu belajar di kelas.
Sebagai vektor penyakit yang berbahaya:
a) penyakit viral: *Demam Dengue (DD) yang bisa menjadi Demam Berdarah Dengue (DBD) yang dapat menyebabkan kematian karena shock syndrome; **Chikungunya yang menimbulkan gejala rematik yang akut lalu menjadi kronis.
b) penyakit filariasis: Filariasis bancrofti di Pasifik Selatan, vektor Ae. polynesiensis.

Nyamuk Culex sp.

Nyamuk Culex quinquefasciatus adalah salah satu anggota kelompok ‘nyamuk rumah’. Sifatnya: hematofagik, nokturnal, endofilik, endofagik, memilih air kotor spt comberan-comberan, air selokan yang kotor dan mampat, dll. sebagai tempat bertelur dan tempat perkembangbiakan (breeding places).
 ‘nyamuk
àNyamuk Culex ada juga yang larvaenya berhabitat di sawah-sawah  sawah’: Cx. tritaeniorhynchus, Cx. gelidus, dll. Sifatnya: zoofilik / antropofilik, eksofagik, eksofilik, nokturnal, krepuskular.
Lahan persawahan tempat breeding nyamuk Culex dan Anopheles

Arti penting nyamuk Culex

Sebagai pengganggu: menggigit/mengisap darah waktu malam mengganggu tidur atau kerja malam di dalam rumah atau mungkin juga di luar rumah, di sawah, dll.
 dermatitis alergika.
àGigitannya bisa menimbulkan alergi kulit
Sebagai vektor:
a) penyakit viral: Japanese Encephalitis (JE), dan
viral encephalitis lainnya, ditularkan oleh Cx.
tritaeniorhynchus, Cx. gelidus, Cx. quinquefasciatus, dll.
b) penyakit filariasis: Filariasis bancrofti tipe urban, ditularkan oleh Cx. quinquefasciatus.

Nyamuk Mansonia


Nyamuk Mansonia berasosiasi dengan rawa-rawa, sungai besar di tepi hutan atau dalam hutan; larvae dan pupa melekat dengan sifonnya pada akar-akar atau ranting tanaman air, spt enceng gondok, teratai, kangkung, dsb.
Bersifat zoofilik/antropofilik, eksofagik, eksofilik, nokturnal.

Arti penting nyamuk Mansonia

Sebagai pengganggu: sifatnya yang antropofilik, nokturnal, eksofagik, mengganggu tidur atau aktivitas manusia di luar rumah sewaktu malam.
Sebagai vektor filariasis: Filariasis malayi, disebabkan oleh Brugia malayi.

Nyamuk Anopheles

Nyamuk Anopheles betina bersifat hematofagik, zoofilik/antropofilik, eksofagik, eksofilik, aktivitas nokturnal, memilih tempat perkembangbiakan air relatif jernih, tawar(sawah, rawa, tepian sungai, dll) atau payau (laguna); larvae umumnya berasosiasi dengan tumbuhan air yang kecil-kecil, tanaman padi yang masih muda, ganggang air, dll.
Terdiri dari sekitar 430 spesies

Breeding zones nyamuk Anopheles
Tempat perkembangbiakan Anopheles mulai dari daerah pantai berair payau sampai ke daerah pegunungan setinggi 2,800 meter diatas permukaan laut. Ada Anopheles yang hidup 400 meter di bawah permukaan tanah (di Laut Mati).
Sebarannya juga mulai dari Equator sampai mendekati kutub (Utara).
Daerah persawahan dan tepian sungai yang berair potensial jadi tempat breeding nyamuk Anopheles
Nyamuk Anopheles sebagai inang definitif parasit malaria

Arti penting nyamuk Anopheles

Sebagai pengganggu: nyamuk menggigit dan mengisap darah waktu malam, di  menggangu tidur dan menyebabkan
àdalam rumah atau di luar rumah  kejengkelan
Sebagai vektor penyakit:
 ada sekitar 80 spesies vektor malaria di dunia; di
àa) Malaria  Indonesia ada 18 spesies yang jadi vektor malaria, 7 diantaranya termasuk efisien: An. sundaicus, An. aconitus, An. sinensis, An. maculatus, An. balabacensis, An. barbirostris, dan An. farauti.
b) Filariasis bancrofti tipe desa (rural). Vektornya An. subpictus (di NTT), dan An. farauti (di Papua)


Toxorhynchites

- Termasuk Tribus Megarrhini
- Probosis bagian depan membengkok ke ventral
- Termasuk paling besar ukurannya d.p nyamuk lainnya (Anophelini dan Culicini).
- Nyamuk jantan dan betina bersifat fitofagik, eksofagik,dan eksofilik.
- Habitat larvanya di tonggak-tonggak bambu atau lubang-lubang pohon yang terisi air hujan.
- Larvanya sebagai predator dan musuh alami larva nyamuk Aedes.
- Toxorhynchites sebagai polinator bunga

Cara pencegahan gigitan nyamuk

Gunakan kelambu tidur tanpa atau dengan olesan insektisida (permethrin, taua yang lain).
Gunakan obat nyamuk bakar (fumigan) jika tidak ada efek sampingnya.
Gunakan bahan repelen – bahan penolak nyamuk
Gunakan kerudung kepala (head net), jaket, baju lengan panjang dan celana panjang jika keluar malam.
Kerjakan sanitasi lingkungan, hilangkan sumber nyamuk: tutup cekungan-cekungan tanah, alirkan air tergenang, atur dan perbaiki irgasi, dsb.
Gunakan tanaman-tanaman pengusit nyamuk di di dalam dan sekitar rumah.


1 komentar:

wawan mengatakan...

mbuh

Poskan Komentar