Rabu, 28 September 2011

Scabies (Sarcoptes scabiei)


Scabies (kudis)  adalah infeksi menular kulit  dicirikan oleh munculnya terowongan kecil/halus dan berbentuk zigzag atau huruf  ‘S’  dan rasa gatal pada kulit. Hal ini disebabkan oleh tungau/kutu  Sarcoptes scabiei.
Tanda-tanda dan Gejala
Karakteristik gejala infeksi scabies  yaitu lubang-lubang yang kecil dan membentuk terowongan pada kulit, intens pruritus (gatal), ruam yang umum dan infeksi sekunder. Acropustulosis, atau lepuhan dan jerawat di telapak tangan dan  kaki, adalah karakteristik gejala kudis di bayi.

Bentuk jalur seperti huruf ‘S’ di kulit, sangat halus, khas gigitan serangga yang seperti bengkak-bintil. Bintil dan terowongan ini seringkali berlokasi di crevasses (celah-celah yang dalam) dari tubuh, seperti antar jari, kaki, pantat, siku-siku, daerah pinggang, daerah kelamin, dan di bawah dada perempuan.
Gatal dan ruam yang berulang merupakan karakteristik dari infeksi scabies, hal ini disebabkan oleh reaksi alergi dari tubuh terhadap munculnya terowongan kecil (mikroskopis) yang dibuat oleh scabies. Ruam dapat ditemukan lebih banyak pada tubuh, yang berkaitan dengan gatal dan paling sering terjadi pada malam hari.
Infeksi Sekunder sering karena impetigo yaitu sejenis  infeksi bakteri  setelah timbulnya goresan pada kulit. Selulit mungkin juga terjadi, menyebabkan pembengkakan lokal, kemerahan dan sakit panas.  Pada individu yang belum pernah terkena scabies, tanda-tanda dan gejala klinis adalah 4-6 minggu setelah dihinggapi tungau ini.
Penularan
Scabies sangat menular dan dapat disebarkan melalui garukan atau memungut (secara tak sengaja) kemudian tersimpan di bawah kuku tangan lalu menyentuh kulit orang lain. Mereka juga dapat menyebar ke objek lainnya seperti keyboard, toilet, pakaian, handuk, selimut, mebel, dan obyek lain yang bisa membuat scabies keluar dari tubuh seseorang. Namun, parasit ini cenderung  mati jika di luar tubuh manusia selama lebih dari 72 jam.

Scabies dapat selalu siap ditularkan kepada seluruh anggota suatu rumah tangga, melalui kontak kulit-kulit atau suatu kontak obyek yang sama  dengan orang yang terinfeksi (misalnya tempat tidur mitra, teman sekolah, dan lain sebagainya). Dapat juga menyebar melalui pakaian, selimut, atau handuk. Mencuci pakaian di air  yang sangat panas dan dikeringkan dengan  panas yang tinggi akan membantu mencegah penularan. Jika pakaian tidak boleh dicuci, maka dapat menggunakan penyemprotan permethrin.
Kesehatan Umum dan Strategi Pencegahan
Tidak ada vaksin yang tersedia untuk Scabies. Karena itu, sebagian besar fokus dan strategi ditujukan untuk mencegah infeksi ulang. Semua keluarga dan teman kontak harus dirawat pada saat yang sama, meskipun tidak bergejala. Pembersihan lingkungan hidup harus dilaksanakan secara bersamaan, karena ada risiko Infeksi kembali. Oleh karena itu dianjurkan untuk mencuci dengan air panas (seperti pakaian, selimut, dan handuk) yang telah bersentuhan dengan kutu Scabies.

Membersihkan lingkungan harus mencakup:
  • Perlakuan terhadap mebel dan selimut.
  • Vacuuming lantai,  dan karpet/permadani.
  • Pembersihan dan pemberian disinfektan pada lantai kamar mandi dan permukaan.
  • Pembersihan  shower / bath tub  setiap kali digunakan.
Tambahan: Pilihan untuk melawan rasa gatal yaitu pemberian antihistamines seperti chlorpheniramine. Resep: Hydroxyzine (Atarax).

0 komentar:

Poskan Komentar