Rabu, 30 Mei 2012

Indeks Eritrosit


Indeks eritrosit adalah batasan untuk ukuran dan isi hemoglobin eritrosit. Istilah lain untuk indeks eritrosit adalah indeks kospouskuler. Indeks eritrosit terdiri atas : isi/volume atau ukuran eritrosit (MCV : mean corpuscular volume atau volume eritrosit rata-rata), berat (MCH : mean corpuscular hemoglobin atau hemoglobin eritrosit rata-rata), konsentrasi (MCHC : mean corpuscular hemoglobin concentration atau kadar hemoglobin eritrosit rata-rata), dan perbedaan ukuran (RDW : RBC distribution width atau luas distribusi eritrosit). Indeks eritrosit dipergunakan secara luas dalam mengklasifikasi anemia atau sebagai penunjang dalam membedakan berbagai macam anemia.

Indeks eritrosit dapat ditetapkan dengan dua metode, yaitu manual dan elektronik (automatik) menggunakan hematology analyzer. Untuk dapat menghitung indeks eritrosit secara manual diperlukan data kadar hemoglobin, hematokrit/PCV dan hitung eritrosit.


Volume eritrosit rata-rata (VER) atau mean corpuscular volume (MCV)

MCV mengindikasikan ukuran eritrosit : mikrositik (ukuran kecil), normositik (ukuran normal), dan makrositik (ukuran besar). Nilai MCV diperoleh dengan mengalikan hematokrit 10 kali lalu membaginya dengan hitung eritrosit.

MCV = (hematokrit x 10) : hitung eritrosit

Nilai rujukan :
  • Dewasa : 80 - 100 fL (baca femtoliter)
  • Bayi baru lahir : 98 - 122 fL
  • Anak usia 1-3 tahun : 73 - 101 fL
  • Anak usia 4-5 tahun : 72 - 88 fL
  • Anak usia 6-10 tahun : 69 - 93 fL
Masalah klinis :
  • Penurunan nilai : anemia mikrositik, anemia defisiensi besi (ADB), malignansi, artritis reumatoid, hemoglobinopati (talasemia, anemia sel sabit, hemoglobin C), keracunan timbal, radiasi.
  • Peningkatan nilai : anemia makrositik, aplastik, hemolitik, pernisiosa; penyakit hati kronis; hipotiroidisme (miksedema); pengaruh obat (defisiensi vit B12, antikonvulsan, antimetabolik)



Hemoglobin eritrosit rata-rata (HER) atau mean corpuscular hemoglobin (MCH)

MCH mengindikasikan bobot hemoglobin di dalam eritrosit tanpa memperhatikan ukurannya. MCH diperoleh dengan mengalikan kadar Hb 10 kali, lalu membaginya dengan hitung eritrosit.

MCH = (hemoglobinx10) : hitung eritrosit

Nilai rujukan :
  • Dewasa : 26 - 34 pg (baca pikogram)
  • Bayi baru lahir : 33 - 41 pg
  • Anak usia 1-5 tahun : 23 - 31 pg
  • Anak usia 6-10 tahun : 22 - 34 pg
MCH dijumpai meningkat pada anemia makrositik-normokromik atau sferositosis, dan menurun pada anemia mikrositik-normokromik atau anemia mikrositik-hipokromik.


Kadar hemoglobin eritrosit rata-rata (KHER) atau mean corpuscular hemoglobin concentration (MCHC)

MCHC mengindikasikan konsentrasi hemoglobin per unit volume eritrosit. Penurunan nilai MCHC dijumpai pada anemia hipokromik, defisiensi zat besi serta talasemia. Nilai MCHC dihitung dari nilai MCH dan MCV atau dari hemoglobin dan hematokrit.

MCHC = ( MCH : MCV ) x 100 % atau MCHC = ( Hb : Hmt ) x 100 %

Nilai rujukan :
  • Dewasa : 32 - 36 %
  • Bayi baru lahir : 31 - 35 %
  • Anak usia 1.5 - 3 tahun : 26 - 34 %
  • Anak usia 5 - 10 tahun : 32 - 36 %

Luas distribusi eritrosit (RBCdistribution width)

RDW adalah perbedaan ukuran (luas) dari eritrosit. RDW adalah pengukuran luas kurva distribusi ukuran pada histogram. Nilai RDW dapat diketahui dari hasil pemeriksaan darah lengkap (full blood count, FBC) dengan hematology analyzer. Nilai RDW berguna untuk memperkirakan terjadinya anemia dini, sebelum nilai MCV berubah dan sebelum terjadi tanda dan gejala.

Peningkatan nilai RDW dapat dijumpai pada : anemia defisiensi (zat besi, asam folat, vit B12), anemia hemolitik, anemia sel sabit.

Faktor-faktor yang mempengaruhi temuan laboratorium : lihat penetapan kadar hemoglobin, hematokrit dan hitung eritrosit.

Nipagin


Nipagin (Methyl parahydroxybenzoate) adalah bahan pengawet makanan yang dipakai di berbagai jenis makanan. Penggunaannya diatur dalam Codex Alimentarius Commission. Nipagin memiliki nama lain, yakni methylparaben dengan rumus kimia  CH3(C6H4(OH)COO). Jenis paraben lain yang juga banyak digunakan adalah propylparaben dan butylparaben.
            Nipagin atau methyl p-hydroxybenzoate merupakan zat tambahan untuk mencegah jamur dan ragi, sebagaimana dinyatakan Badan Pengawas Makanan dan Obat Amerika Serikat atau United States Food and Drug Administration (FDA). Selain untuk makanan, nipagin banyak digunakan untuk kosmetik dan obat.
            Methylparaben merupakan jenis paraben yang dapat dihasilkan secara alami pada sejumlah buah-buahan, terutama blueberry. Belum ada bukti yang menyebutkan methylparaben berdampak merugikan bagi kesehatan pada konsentrasi tertentu dalam penggunaan perawatan tubuh atau kosmetik.
Ada beberapa efek negatif kesehatan dari zat pengawet Methylparaben yang digunakan secara berlebihan:
1. Kanker payudara
            Penggunaan Methylparaben secara berlebihan dan dalam jangka waktu lama dapat membahayakan tubuh. Zat pengawet yang tidak dipecah dan dikeluarkan tubuh dapat bertindak sebagai estrogen yang kemudian menumpuk di organ reproduksi. Pada perempuan, hal ini dapat memicu kanker payudara.
Berdasarkan hasil studi yang telah diterbitkan dalam Journal of Applied Toxicology pada tahun 2004, pada beberapa kasus kanker payudara ditemukan adanya sejumlah paraben pada jaringan kanker payudara yang di biopsi.
2. Infertilitas (ketidaksuburan) pada pria
            Paraben menyerupai hormon estrogen pada wanita dalam tubuh. Menurut studi Januari 2009 yang diterbitkan dalam Journal of Reproductive Toxicology, penggunaan paraben secara berlebihan dapat menyebabkan kemandulan dan kanker prostat pada pria.
Studi tersebut melaporkan bahwa sifat estrogenik ringan pada bahan pengawet ini dapat mengubah kesehatan sel-sel di testis, yang pada gilirannya menyebabkan jumlah sperma lebih rendah dan potensi reproduksi berkurang.
3. Alergi
            Pada sebagian orang yang sentisif terhadap Methylparaben dapat menyebabkan alergi. Orang yang alergi paraben bisa mengalami dermatitis dan iritasi kulit bila mengalami kontak dengan zat pengawet tersebut.
Meski hal ini tidak terjadi pada kebanyakan orang, beberapa individu yang rentan terhadap alergi kulit, eksim dan rosacea (kondisi kulit kronis yang ditandai dengan kemerahan) sebaiknya menghindari penggunaan produk dengan zat pengawet paraben.
4. Gangguan pencernaan
            Penggunaan Methylparaben dalam dosis tinggi juga dapat menyebabkan gangguan pada saluran percernaan seperti asam lambung meningkat dan tukak lambung.
5. Gangguan pernapasan
            Selain gangguan pencernaan, penggunaan Methylparaben dalam dosis tinggi juga dapat menyebabkan gangguan pada saluran pernapasan, seperti menyebabkan sakit tenggorokan, batuk dan kesulitan bernapas

Minggu, 13 Mei 2012

BARBITAL



Barbiturate adalah kelompok dari obat yang bertindak sebagai depresan sistem saraf pusat. Obat ini diklasifikasikan sebagai obat penenang / hipnotik dan menghasilkan berbagai efek dari obat penenang ringan sampai anestesi. Obat ini secara medis diresepkan untuk mengobati insomnia, kecemasan, ketegangan, dan membantu dalam mengurangi serangan epilepsi. Barbiturat pelecehan sering menjadi penyebab kasus seperti keracunan dan usaha bunuh diri. Barbituates tertentu juga digunakan untuk menginduksi anestesi bedah.

Barbital adalah suatu golongan obat tidur yang mempunyai inti hasil kondensasi ester etil dari asam dietilmalonal dan ureum. Barbital (barbiturat) digunakan sebagai obat hipnotik, sedative, antikonvulsan, dan anastetik dengan sifat nonselektif. Barbiturat bersifat lipofil, sukar larut dalam air tetapi mudah dalam pelarut-pelarut nonpolar seperti minyak dan kloroform. Karena sifat lipofiliknya, barbiturat mudah menembus SSP dan daya hipnotiknya juga diperkuat. Dengan meningkatnya sifat lipofilik ini maka efeknya dan lama kerjanya dipercepat.
Barbital merupakan derivat dari asam barbiturate. Asam barbiturat merupakan hasil reaksi kondensasi antara urea dengan asam malonat melalui eliminasi 2 molekul air.
Ø  Penyebab Penyalahgunaan Barbiturate
Meskipun penggunaan medis dari barbiturat berkurang, abusage yang telah terus meningkatkan. Salah satu alasan utama untuk penyalahgunaan barbiturat adalah untuk mengimbangi gejala obat lain. Berikut ini adalah beberapa penyebab menyalahgunakan barbiturat.
Kenaikan di barbiturat menyalahgunakan dapat disebabkan karena popularitas obat merangsang seperti kokain dan methamphetamin. Para barbiturat mengimbangi kegembiraan dan kesenangan yang diperoleh dari obat-obatan merangsang.
Sebagian besar pecandu obat remaja yang mengabaikan efek barbiturat. Akibatnya mereka meremehkan risiko yang terlibat di dalamnya.
Obat ini juga digunakan umumnya untuk mencoba bunuh diri.
Ø  Gejala Penyalahgunaan Barbiturate
Gejala-gejala menyalahgunakan barbiturat bervariasi secara individual untuk setiap pasien. Gejala lain meliputi, sering menguap, bernapas iritabilitas, dangkal dan kelelahan. Berikut ini adalah gejala menyalahgunakan barbiturat.
Sebuah dosis kecil membuat para penyiksa barbiturat merasa mengantuk, disinhibited, dan mabuk.
Sebuah dosis yang lebih tinggi membuat para penyiksa baik secara fisik dan mental terganggu, seolah-olah mereka sedang mabuk. Ini mengembangkan bicara cadel dan pikiran bingung.
Jika seseorang telah mengambil dosis tinggi dan tidak dapat dibangunkan (koma), maka ada kemungkinan sengaja menghentikan napas.
Barbiturat yang adiktif. Jika mereka diambil secara teratur selama sekitar satu bulan, otak berkembang kebutuhan untuk barbiturat yang menyebabkan gejala parah.
Para gejala penarikan terdiri dari agitasi, kesulitan tidur dan tremor. Gejala ini juga dapat mengakibatkan mengancam kehidupan, termasuk halusinasi, suhu tinggi, dan kejang.
Jika wanita hamil mengambil barbiturat, bahkan menyebabkan bayi menjadi kecanduan, dan bayi baru lahir mungkin memiliki Penarikan symptoms.The atas informasi yang memberikan Anda gambaran tentang menyalahgunakan obat-obatan barbiturat dan penyebab dan gejala.
Informasi di atas memberi Anda gambaran tentang menyalahgunakan obat-obatan barbiturat dan penyebab dan gejala.
Barbital : mempunyai inti hasil kondensasi ester etil dari asam dietil malonat dengan ureum.
ü  Pemakaian :
·      Sebagai obat tidur  dalam dosis yang banyak
 dalam dosis yang seikit
·      Sebagai sedativa
·      Sebagai obat antikonvulsif
·      Sebagai obat anasstetika, narcose pendek
v  Sifat-sifat Umum Barbital di antaranya adalah :
1. Sukar larut dalam air, kecuali dalam bentuk garamnya (Na) bereaksi asam lemah
2. Ada dalam dua bentuk , yaitu bentuk keto yang tidak larut dalam air, dan bentuk enol yang larut dalam air.
3. Bentuk keto larut dalam pelarut kloroform, eter, etilasetat.
4. Garam Na-nya dalam bentuk larutan mudah terhidrolisa menjadi barbital yang mengendap.
5. Dapat menyublim (membentuk sublimasi) yang tergantung sekali pada tekanan, suhu, jarak sublimasinya, dll. Untuk teknik sublimasi yang digunakan dalam kualitatif, maka digunakan tekanan yang dikurangi.
Ø  Penggolongan Senyawa Barbital

a.    Penggolongan barbiturat disesuaikan dengan lama kerjanya, yaitu:
 Barbiturat kerja panjang (6 jam)
Contohnya: Fenobarbital digunakan dalam pengobatan kejang
b.    Barbiturat kerja singkat ( 3 jam )
Contohnya: Pentobarbital, Sekobarbital, dan Amobarbital yang efektif sebagai sedatif dan hipnotik
c.    Barbiturat kerja sangat singkat ( 2-4 jam)
Contohnya: Tiopental, yang digunakan untuk induksi intravena anestesia

Codein



Kodeina atau kodein (bahasa Inggris: codeine, methylmorphine) ialah asam opiat alkaloid yang dijumpai di dalam candu dalam konsentrasi antara 0,7% dan 2,5%. Kebanyakan kodein yang digunakan di Amerika Serikat diproses dari morfin melalui proses metilasi.
Kodein yang terkonsumsi akan teraktivasi oleh enzim CYP2D6  di dalam hati menjadi morfin, sebelum mengalami proses glusuronidasi, sebuah mekanisme detoksifikasi bagi xenobiotik.
Kodein digunakan sebagai peredam sakit ringan. Kodein selalu dibuat dalam bentuk pil atau cairan dan bisa diambil baik secara sendirian atau gabungan dengan kafein, aspirin, asetaminofen, atau ibuprofen. Kodein sangat berperan untuk meredakan batuk.
Seperti semua jenis opioid, penggunaan kodeina yang berkelanjutan mengakibatkan ketergantungan secara fisik dan psikologi. Sebuah kelompok yang bernama Codeine Free didirikan untuk membantu mereka yang mengalami ketergantungan pada kodeina.
Kodein merupakan obat yang paling banyak digunakan dalam perawatan kesehatan.
Obat codein banyak digunakan sebagai obat sakit migrain, sakit tulang belakang, sakit gigi dan sakit bulanan (menstruasi). Tapi hati-hati jika mengonsumsi obat ini sewaktu berkendaraan karena menjadi penyebab tingginya kecelakaan lalulintas..
            Codein adalah obat yang biasanya diresepkan oleh dokter. Namun dalam dosis kecil, kandungan obat ini juga terdapat dalam parasetamol seperti Solpadeine atau bercampur dengan ibuprofen dalam Nurofen Plus. Obat-obatan tersebut bisa dibeli dengan bebas di apotik dan biasa diminum kapan saja ketika seseorang merasa nyeri atau sakit pada bagian tubuhnya.

Codein (codipront, coditam)
Golongan
Sediaan
Penyakit/indikasi
Alasan penggunaan
Penghilang nyeri golongan opioid (analgesik opioid)
Tablet: 30 mg (fosfat)
Penghilang nyeri opioid potensi rendah untuk nyeri rignan samapi sedang

Indikasi:
Nyeri ringan sampai sedang
Kontraindikasi :
Depresi napas, penyakit paru obstruktif, serangan asma akut
Perhatian :
Gangguan hati dan ginjal; ketergantungan; kehamilan; menyusui; overdosis
Interaksi : opioid analgesik
Alkohol
Meningkatkan efek hipotensif dan sedasi saat opioid analgesik diberikan bersama alkohol
Antibakterial
Kadar alfentanil dalam darah ditingkatkan oleh eritromisin; hindari premedikasi dengan opioid anlagesik disarankan oleh pabrik ciprofloxacin, mengurangi kadar ciprofloxacin dalam darah saat ciprofloxacin sebagai antibiotik profilaksis; rifampicin meingkatkan metabolism metadon, mengurangi efek
Antikoagulan
Tramadol meningkatkan efek antikoagulan koumarin; dextropropoxyphene mungkin meningkatkan efek antikoagulan koumarin
Antidepresan
Kadar konsentrasi metadon dalam darah mungkin ditingkatkan fluvoxamin; mungkin meningkatkan efek serotoninergik saat petidin atau tramadol diberikan dengan duloxetine; mungkin eksitasi atau depresi system saraf pusat-SSP (hipertensi atau hipotensi) saat opioid alanlgesik diberikan dengan MAOI, hindari penggunaan bersama dan 2 minggu setelah berhenti MAOI; eksitasi atau depresi SSP (hipertensi atau hipotensi) saat petidin diberikan dengan MAOI, hindari penggunaan bersama dan 2 minggu setelah berhenti MAOI; mungkin eksitasi SSP atau depresi (hipertensi atau hipotensi) saat opioid analgesik diberikan dengan meclobemide; mungkin eksitasi SSP atau depresi (hipertensi atau hipotensi) saat dextrometorphan atau petidin  diberikan dengan meclobemide, hindari penggunaan bersama; menignkatkan risiko toksisitas SSP saat tramadol diberikan dengan SSRI atau trisiklik; efek sedasi mungkin meningkat saat analgesik opioid diberikan dengan trisiklik
Antiepilepsi
Kadar metadon dalam darah diturunkan oleh carbamazepin; dextropropoxyphen meningkatkan efek carbamazepin; efek tramadol diturunkan oleh carbamazepin; fenitoin meningkatkan metabolism metadon, mengurangi efek dan risiko reaksi putus obat
Antijamur
Ketokonazol menghambat metabolism buprenorphin, kurangi dosis buprenorphin; metabolism fentanil dihambat oleh flukonazol, risiko depresi napas lebih lama atau lebih lambat muncul; kadar fentanil dalam darah mungkin ditingkatkan oleh flukonazol dan itrakonazol; vorikonazol meningkatkan kadar alfentanil dan metadon dalam darah, pertimbangkan menurunkan dosis alfentanil dan metadon
Antihistamin
Efek sedasi mungkin meningkat saat analgesik opioid diberikan dengan antihistamin sedative
Antipsikotik
Meningkatkan efek sedasi dan hipotensi saat analgesik opioid diberikan dengan antipsikotik; meningkatkan risiko kejang saat tramadol diberikan dengan antipsikotik
Antiviral
Kadar metadon mungkin diturunkan oleh abacavir dan nevirapin; kadar metadon dalam darah diturunkan oleh efavirenz, fosemprenavir, melfinavir, dan ritonavir; ritonavir meningkatkan kadar dextropropoxyphen, ririko toksisitas hindari penggunaan bersama; kadar buprenorphin dalam darah mungkin ditingkatkan oleh ritonavir;kadar petidin dalam darah dikurangi oleh ritonavir, tetapi kadar metabolit toksik petidin dalam darah meningkat, hindari penggunaan bersamaan; ritonavir mungkin mengurangi kadar morfin dalam darah, meningkatkan kadar fentanil dalam darah; metadon mungkin meningkatkan kadar zidovudin dalam darah
Ansiolitik dan hipnotik
mengingkatkan efek sedasi saat analgesik opioid diberikan dengan ansiolitik dan hipnotik
Atomoxetine
Meningkatkan risiko aritmia ventricular saat metadon diberikan dengan atomoxetine; mungkin meningkatkan risiko kejang saat tramadol diberikan dengan atomoxetine
Penyekat beta
Morfin mungkin meningkatkan kadar esmolol dalam darah
Penyekat kanal kalsium
Metabolism alfentanil dihambat oleh diltiazem, risiko depresi napas lebih lama atau terlambat untuk muncul
Domperidone
Analgesik opioid melawan efek domperidon pada kerja saluran cerna
Dopaminergik
Risiko toksisitas SSP saat petidin diberikan dengan rasagiline, hindari petidin 2 minggu setelah rasagiline; hindari penggunaan bersama dextrometorphan dengan rasagiline; hiperpireksia dan toksisitas SSP dilaporkan saat petidin diberikan dengan selegiline, hindari penggunaan bersama; perhatian dengan tramadol disarankan pabrik selegiline
5HT3 antagonis
Efek tramadol mungkin dilawan oleh ondansetron
Memantine
Meningkatkan risiko toksisitas SSP saat dextrometorphan diberikan dengan memantine (pabrik memantine menyarankan penghindaran pemakaian bersama)
Metoclopramide
Analgesik opioid melawan efek metoclopramide pada efek saluran cerna
Obat untuk ulkus
Metabolism analgesik opioid dihambat oleh cimetidine, mengingkatkan kadar dalam darah

Hidrokuinon Pada Cream Pemutih Wajah



Hidrokuinon (Hydroquinone) adalah sejenis bahan penghakis yang mempunyai struktur kimia C6 H6 O2. Nama kimianya ialah '1,4 dihydroxybenzene'. Hidrokuinon yang digunakan dalam kosmetik boleh menyebabkan proses depigmentasi (proses dimana pigmen dibuang dan menyebabkan kulit menjadi cerah). Ini berlaku apabila hidrokuinon menghalang proses penukaran tyrosine kepada dopa dan menghalang proses-proses metabolisme yg berkaitan dengan melanin (melanocoyte).
Proses depigmentasi ini adalah proses yg reversible akibat melanin pada kulit di hakis.Tanpa melanin, kulit kita sebenarnya lemah dan perlu dilindungi daripada cahaya matahari bagi mengelak kemungkinan mendapat kanker kulit.
Kadar zat pemutih hidroquinon untuk kosmetik hanya diperbolehkan dua persen, lebih dari itu harus diperlakukan sebagai obat.
Krim pemutih merupakan campuran bahan kimia yang bertujuan memucatkan noda hitam (cokelat) pada kulit. Dalam jangka waktu lama krim tersebut dapat menghilangkan atau mengurangi hiperpigmentasi pada kulit. Namun jangan salah, penggunaan yang terus-menerus justru akan menimbulkan pigmentasi dengan efek permanen.

Ø  Bahaya Hidrokinon

Hidrokuinon termasuk golongan obat keras yang hanya dapat digunakan berdasarkan resep dokter. Bahaya pemakaian obat keras ini tanpa pengawasan dokter dapat menyebabkan iritasi kulit, kulit menjadi merah dan rasa terbakar, bercak-bercak hitam.
Ø  Efek Samping
Hidrokinon dapat menimbulkan dermatitis kontak dalam bentuk bercak warna putih pada wajah atau sebaliknya.Menimbulkan reaksi hiperpigmentasi.
Ø  Gejala awal dapat berupa :
§  Iritasi kulit ringan
§   Panas
§   Merah
§   Gatal atau hitam pada wajah akibat kerusakan sel melanosit
           
Monobenzil hidrokinon 2-4 % merupakan pemutih yang sangat kuat sehingga dapat terjadinya bintik-bintik hitam pada kulit.

Ø  Sifat Fisika dan Kimia Hidrokinon
1. Pemerian :
v  Berbentuk jarum halus
v  Putih
v  Mudah menjadi gelap jika terpapar cahaya dan udara.

 2. Kelarutan :
v  Mudah larut dalam air
v  Mudah larut dalam etanol
v  Mudah larut dalam eter.

Hg Pada Krim Pemutih Wajah



Merkuri atau air raksa (Hg) merupakan golongan logam berat dengan nomor atom 80 dan berat atom 200,6. Merkuri merupakan unsur yang sangat jarang dalam kerak bumi, dan relatif terkonsentrasi pada beberapa daerah vulkanik dan endapan-endapan mineral biji dari logam-logam berat.
Unsur merkuri yang ada di kosmetik akan diserap melalui kulit, kemudian akan dialirkan melalui darah keseluruh tubuh dan merkuri itu akan mengendap di dalam ginjal yang berakibat terjadinya GAGAL GINJAL. (bisa menyebabkan kematian). Merkuri dalam krim pemutih (yang mungkin tidak tercantum pada labelnya) dapat menimbulkan keracunan bila digunakan untuk waktu lama.
ü  Nama kimia hydragyrum (Hg)
            Logam ini dihasilkan oleh biji sinabar (HgS=Sinabar Ore) dgn kandungan unsur mercuri 0,1 – 4%
ü  Sifat yang dimiliki oleh logam mercuri antara lain :
·       Berujud cair
·       Merupakan logam yang paling mudah menguap dibanding logam lain
·       Logam yang paling baik untuk mengantar daya listrik
·       Dapat melarutkan bermacam-macam logam kecuali besi,nikel dan kadmium,kobalt,platinum
·       Merupakan unsur yang sangat beracun bagi semua mahluk hidup baik dalam bentuk tunggal (logam) maupun senyawanya
ü  Penggunaan logam mercuri
·         Dipakai dalam industri alat kedokteran, x ray tube, tensimeter, dsb
·         Dalam pembuatan alat listrik seperti balon lampu, klep, baterai, aki
·         Dalam pertanian digunakan sebagai fungisida (membunuh jamur pada bibit) misal, metil merkuri asetat (CH3-Hg-COOH), etil merkuri klorida (C2H5-Hg-Cl) dan senyawa metil merkuri disianodiamida dan senyawa metil merkuri disianodinamika (CH3-Hg-NH-CNHNHCN).
·         Jalur masuk melalui kulit biasa terjadi karena kecelakaan dari pecahnya alat yang mengandung air raksa
·         Merkuri diabsorbsi melalui pernapasan (80%) didalam alveoli
a.  Bahan aktif  krim pemutih.
Bahan aktif dalam kebanyakan sediaan pemutih modern adalah garam merkuri, bahan paling sering digunakan dari jenis ini merkuri kloroamida  (merkuri amida klorida, HgNH2Cl2), merkuri klorida (sublimate, HgCl2), merkurous klorida (kalomel, Hg2Cl2).  Semua senyawa ini kecuali Hg2Cl2 yang tidak dapat larut dalam air, lemak dan pelarut organic dan dicampur kedalam krim dalam bentuk dispersi halus.
b.  Cara kerja krim pemutih
Efek garam merkuri tergantung pada inhibasi enzim tirikinaase yang bertanggung jawab pada tahap pertama oksidasi tirosin menjadi melanin sehingga tahap awal dari reaksi berantai yang menuju pembentukan melanin tidak terjadi dan kulit mencerah atau lebih putih.Melanin yang ada tidak dapat dihancurkan tetapi pembentukan pigmen dicegah. Seabagai tambahan , sublimat mempunyai efek pengelupasan karena melepaskab HCl pada lapisan kulit yang paling atas yang menyerang korneum.
·         Efek Negatif dari Logam Merkuri
  1. Bila termakan , zat ini akan menyebabkan kejang perut dan diare berdarah dengan ulkus korosif, pendarahan dan nekrosis pada saluran cerna dan kerusakan pada ginjal.
  2. Pemakaian merkuri menjadikan kulit mulus, namun kemudian mengendap dibawah kulit . setelah bertahun-tahun akan biru kehitaman bahkan dapat memicu timbulnya kanker.
ü  Manifestasi gejala keracunan merkuri akibat pemakaian krim kulit muncul sebagai gangguan sistem saraf, seperti tremor, insomnia, kepikunan, gangguan penglihatan, gerakan tangan abnormal (ataxia), gangguan emosi, selain depresi.
v  Dampak dari Merkuri apabila terkonsumsi tubuh dan kulit :
o    Dapat memperlambat pertumbuhan janin
o    Mengakibatkan keguguran (Kematian janin dan Mandul)
o    Flek hitam pada kulit akan memucat (seakan pudar) dan bila pemakaian dihentikan, flek itu dapat / akan timbul lagi & bertambah parah (melebar).
o    Efek Rebound yaitu memberikan respon berlawanan (kulit akan menjadi gelap/kusam saat pemakaian bedak dihentikan).
o    Bagi Wajah yang tadinya bersih lambat laun akan timbul flek yang sangat parah (lebar).
o    Dapat mengakibatkan kanker kulit.
v  Pemakaian kosmetik yang mengandung merkuri  akan menibulkan iritasi kulit seperti merah-merah, hiperpigmentasi pada kulit yakni bintik-bintik hitam, penipisan kulit yang jika terjadi terus-menerus akan mengakibatkan perubahan warna kulit atau malah bisa terbakar terkena paparan sinar matahari. Jangka panjangnya dapat menimbulkan penyakit kanker kulit.